CRITICAL JURNAL REVIEW


DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS INDIVIDU PADA MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK


OLEH :



JULIYATI ( 0301171301 )


PAI-4 SEMESTER 4



DOSEN PENGAMPU :Dr. H. MARDIANTO, M.Pd




  1. PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA


TAHUN AJARAN 2019





BAB I
PENDAHULUAN
       Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menjanjikan harapan besar bagi peningkatan peran pendidikan khususnya bagi guru madrasah ibtidaiyah. Kompetensi utama lulusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah antara lain,menghasilkan guru profesional, berakhlak mulia, dan mampu memanfaatkan teknologi pendidikan dalam bidang pendidikan dasar MI,menghasilkan sarjana pendidikan yang mampu mengembangkan ilmu di bidang pendidikan dasar (MI) baik teoritis mau praktis, menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan model-model pembelajaran aktif. Merujuk pada uraian diatas materi perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) salah satunya adalah menyiapkan mahasiswa untuk terampil menerapkan strategi pembelajaran aktif (active learning) dengan teknik yang bervariasi. Dengan dasar pemikiran diatas menjadi keharusan bagi Jurusan PGMI fakultas Tarbiyah dan keguruan IAIN Raden Intan Lampung menerapkan mata kuliah “strategi pembelajaran”.Adanya mata kuliah tersebut diharapkan setiap mahasiswa PGMI harus memiliki kemampuan dan terampil menerapkan berbagai strategi pembelajaran aktif yang dipraktikkan dikelas dengan langsung menerapkan kedalam berbagai materi pelajaran setingkat MI.



BAB II
PEMBAHASAN
Identitas Jurnal
Judul   : Analisis Praktik Strategi Pembelajaran Aktif Mahasiswa PGMI
Penulis  : Nur Asiah ( Jurusan PGMI Fakultas Tarbiiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung)
Ringkasan Jurnal
Pendahuluan
Memandang bahwa kemampuan mahasiswa sama dalam proses pembelajaran, dan mahasiswa dianggap sebagai subjek yang memiliki kesiapan belajar yang sama, mahasiswa memiliki kelompok umur yang sama, pengetahuan yang sama, kecepatan menerima materi pembelajaran yang sama, dan mahasiswa dianggap sebagai orang dewasa yang pada prinsipnya memiliki kesiapan belajar yang sama. Dalam kenyataannya tidak seperti demikian,masih banyak ditemukan dilapangan permasalahan-permasalahan sekitar praktik penerapan strategi pembelajaran aktif yang dilakukan oleh mahasiswa sehingga penulis perlu meneliti apa yang menjadi kendala mahasiswa selama praktik penerapan strategi pembelajaran aktif. Konsep strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Strategos” yang artinya suatu usaha untuk mencapai kemenangan dalam suatu peperangan. Awalnya digunakan dalam lingkungan militer.
B. Kajian Teori
Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif
Menurut Uno, belajar hanya bisa dipahami jika terjadi aktivitas dalam proses pembelajaran. Diantaranya adalah dengan penerapan strategi pembelajaran aktif. Adapun pengertian strategi pembelajaran aktif adalah salah satu strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, yang senantiasa memposisikan guru sebagai orang yang menciptakan suasana belajar yang kondusif atau sebagai fasilitator dalam belajar, sementara peserta didik harus aktif, inovatif dan lingkungan dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kreatif, efektif, dan menarik. Pembelajaran aktif learning adalah suatu pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang dimiliki. Lebih lanjut penerapan strategi pembelejaran juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian peserta didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.
Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif
Menurut Uno, belajar hanya bisa dipahami jika terjadi aktivitas dalam proses pembelajaran. Diantaranya adalah dengan penerapan strategi pembelajaran aktif. Adapun pengertian strategi pembelajaran aktif adalah salah satu strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, yang senantiasa memposisikan guru sebagai orang yang menciptakan suasana belajar yang kondusif atau sebagai fasilitator dalam belajar, sementara peserta didik harus aktif, inovatif dan lingkungan dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kreatif, efektif, dan menarik .
Metodologi Penelitian
  Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGMI Semester tiga yang mengambil mata kuliah strategi pembelajaran sebanyak tiga kelas dengan jumlah sampel sebanyak 30 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode intervieu, observasi sebagai metode pokok, sedangkan metode penunjangnya adalah menggunakan metode kuesioner dan dokumentasi. Metode intervieu, dan observasi untuk mendapatkan data tentang kemampuan praktik strategi pembelajaran aktif (active
learning) tentang langkah-langkah penerapan strategi pembelajaran aktif, penguasaan materi pelajaran, dan kemampuan berbahasa dan berbicara yang langsung dipraktikkan didepan kelas. Sedangkan metode kuesioner ditujukan kepada mahasiswa untuk menggali data minat dan motivasi mahasiswa dalam mempraktikkan strategi pembelajaran aktif. Pengunpulan data dengan dokumentasi dugunakan untuk mendapatkan data tentang visi, misi, tujuan PGMI, program-program mata kuliah PGMI, dan data tentang perkembangan mahasiswa dari tahun ketahun.Data-Data tersebut untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisa kualitatif. Pembahasan
Dari hasil observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang telah peneliti laksanakan dapat diketahui bahwa kemampuan praktik strategi pembelajaran aktif mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung menunjukkan bahwa sudah dapat menunjukkan kemampuan yang cukup baik meskipun belum semua mahasiswa dapat menunjukkan secara maksimal.
Untuk minat dan motivasi mahasiswa sudah sangat baik tetapi seharusnya dengan motivasi yang tinggi akan memberikan semangat yang luar biasa sehingga seseorang dapat berusaha keras melakukan suatu kegiatan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan data kuesioner yang ada mahasiswa sudah sangat berminat dalam mempraktikkan strategi pembelajaran aktif, Tetapi dalam kenyataan berdasarkan data observasi pada saat praktik strategi pembelajaran masih banyak mahasiswa menunjukkan bahwa kurang maksimal. Minat yang tinggi dengan disertai kemauan yang tinggi, tanggungjawab, rasa senang, dan reaksi yang harus ditunjukkan ketika praktik strategi pembelajaran tetapi dalam praktik didepan kelas kenyataan menjadi tidak signifikan dengan usaha yang dilakukan. Sedangkan keharusan praktik strategi pembelajaran menjadi kewajiban mahasiswa PGMI yang nota bane adalah calon guru.Untuk itu mahasiswa harus mempunyai program dalam dirinya untuk dapat mampu dan terampil dalam menerapkan strategi pembelajaran aktif dengan materi-materi setingkat MI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan praktik strategi pembelajaran aktif mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung kurang maksimal (kurang baik). Hal tersebut dikarenakan ada faktor lain yaitu faktor pembiasaan. Oleh sebab itu diperlukan pembiasaan penerapan strategi pembelajaran aktif secara terintegrasi, yaitu: sektor pendidikan, dosen PGMI, dan mahasiswa PGMI. Dengan pembiasaan yang terintegrasi tersebut diharapkan akan meningkatkan kualitas kemampuan mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung dalam menerapkan strategi pembelajaran aktif.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan praktik strategi pembelajaran aktif mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung kurang maksimal (kurang baik). Dengan pembiasaan yang terintegrasi tersebut diharapkan akan meningkatkan kualitas kemampuan mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung dalam menerapkan strategi pembelajaran aktif.

Saran
Sebaiknya dalam penulisan jurnal ini terutama bagian penulisan abstrak nya jangan hanya menggunakan satu bahasa saja, akan tetapi dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Dan juga memberikan penjelasan makna pada kata yang sulit untuk dipahami, agar tidak meninggalkan pertanyaan pada pembacanya. Kemudian dalam penulisan jurnal jangan menggunakan bahasa yang terlalu baku, agar memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari jurnal tersebut.




Komentar

Postingan Populer